Berita

Masih Ada Kondotel "Free Hold" di Bali?

Tingginya permintaan properti mengakibatkan kenaikan harga tanah dan properti di Bali sangat tinggi. Untuk kondominium hotel (kondotel), misalnya, saat ini semakin sulit mendapatkan dengan sertifikat free hold atau hak milikkarena rata rata kondotel ditawarkan bersifat lease hold atau hak sewa.

Sampai saat ini prospek pariwisata di Bali tidak terlepas dari bisnis sewa menyewa hotel. Jumlah wisatawan yang semakin meningkat, baik domestik maupun mancanegara, mengakibatkan kebutuhan jumlah kamar hotel yang juga tinggi untuk meraup okupansi.

"Kalau unitnya terbatas dan target pasarnya besar, bisa dipastikan ketika hotel beroperasional akan menghasilkan tingkat okupansi dan harga kamar tinggi, pada akhirnya menghasilkan ROI yang juga tinggi," kata Ratdi Gunawan, Konsultan pemasaran Grand Orange Condotel Pandawa Beach, usai memaparkan proyek tersebut kepada KompasProperti, Selasa (7/3/2017).

Ratdi mengaku optimistis bisa memasarkan Grand Orange Condotel Pandawa yang dikembangkan oleh PT Puri Bali Sentosa. Setelah sukses memasarkan 86 persen unit, pada semester kedua 2017 ini pengembang tersebut berencana mengoperasikan hotel bintang empat di salah satu pantai terpopuler di Bali itu.

"Unitnya terbatas, cuma 129 unit. Semester kedua tahun ini kami rencanakan sudah mulai beroperasional untuk hotelnya. Saat ini penjualannya sudah 87 persen," kata Ratdi.

 

WWW.GREATINDONESIA.COMPantai Pandawa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
 

Harga lahan

 

Berdasarkan survei harga properti residensial pasar sekunder yang dilakukan Bank Indonesia pada kuartal pertama 2016 lalu, sejalan dengan kenaikan harga rumah, harga tanah di pasar sekunder Denpasar juga mengalami kenaikan 1,74 persen, bahkan lebih tinggi dibandingkan harga rumah.

Naiknya harga tanah tertinggi di Denpasar Barat mencapai 2,48 persen. Sementara sebelumnya, Realestat Indonesia (REI) juga mencatat kenaikan harga tanah di Bali mencapai 100 persen per tahun.

Ratdi mengatakan, kenaikan itu bukan tak mungkin karena tingginya kebutuhan memiliki properti. Sementara di sektor kondotel, melonjaknya kebutuhan itu lebih terkait pada tingkat kunjungan wisatawan ke BaliBaca: Okupansi Hotel di Bali Meningkat Seiring Kunjungan Turis China.

Berdasarkan data BPS Bali pada Januari 2017 lalu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel-hotel berbintang di Bali rata-rata mencapai 59,61persen. Angka itu turun 0,47 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya, yaitu Desember, yang merupakan high season.

Data tersebut memaparkan rata-rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Bali selama Januari 2017 mencapai 2,88 hari. Angka lamanya menginap itu naik 0,21 hari dibandingkan rata-rata lama menginap tamu selama Desember 2016 lalu.

"Untuk itulah, khusus di Bali investasi kondotel hak milik dapat dijadikan potensi investasi bernilai tinggi. Bisa dicek, apakah memang masih ada kondotel free hold di Bali," kata Ratdi.

sumber : http://properti.kompas.com

Komentar